Indralaya, 21 Agustus 2009
Sampai batas dari ambang-ambang yang gusar menorehkan duka
Sampai jiwa-jiwa telah kehilangan jejaknya
Lara dan derita tak menyanggupi untuk percaya akan bahagia
Derai air mata sudah tertumpah cukup lama
Surau-surau bergema, tak ada yang bergeming
Hening, terkurung dalam rasa benci
Menghentikan kebenaran karena lelah
Dunia terbalik
Semuanya tak ada yang sama
Seperti dulu…
seperti dulu yang hilang kuasa dan tujuan
Tinggal… dan tinggal…
Selamat tinggal Tuhan….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar