Indralaya, 9 Juli 2009
Ketika ku membuka mata,
engkau mengirimkan detik kebersamaan yang tak terduga…
Asa satu harapan yang pernah tertulis dibait hari yang telah terlewati,
membuat ku bertahan mematungankan hati…
Ku coba mengais lembar tersisa dalam nafas yang sunyi,
tanpa seorangpun tahu kebersamaan ku dengan derita…
Ku menggulirkan kisah terpendam hanya berselimut dinginnya malam
dan bulir air mata…
Q tak mampuh menertawakan goresan yang ada
dan membasuhnya dengan debu yang tinggal…
Ku takkan merenggut semua yang akan terjadi bersama jiwa mu…
Aku tlah terbiasa dengan setumpuk kata-kata
yang pernah meninggalkan ku dengan segumpalan kekecewaan…
Waktu telah meninggalkan jejak luka dari catatan keraguan yang ku simpan…
Atas nadimu…. Yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar