Blog ini kAlo diIbarat telOr, gOlongan teloR orak-aRiklah...
Yang G jelas karuan Putih Mana kuning...
Tapi TEteup enak rasanya...
Seperti bLog inI..
BiAr G jelas bentuk n tampilannya,
yang penting banyak Ilmunya...

(^_^)V

Met berkunjung..... jangan Lupa Dikomen ya...
Makasih... semoga bermanFaat.... Bagi saya maupun anDa....

Jumat, 19 Agustus 2011

Aku Inginkan Dia


20 agustus 2011
Aku menginginkannya, dia yang pernah ku miliki
Namun kini tak dapat ku jamah lagi…
Jemarinya tak lagi menggenggam erat jemariku
Pundaknya yang kini tak bisa lagi aku sandari
Aku menginginkannya…
Menginginkan senyum indah itu…
Menginginkan wajah teduh yang selalu ku rindu
Aku tlah hilang dari benaknya, aku tak ingin jauh darinya
Aku benar-benar menginginkannya, dia yang dulu ada ketika aku butuh…
Aku ingin memilikinya, selamanya… 

Selasa, 24 Mei 2011

Sandiwara

Duduk dibawah pohon ini.... gak ada kegiatan... suntuk bener dah aku!!!
dari pada menggerutu nggak jelas, cerita aja yuks.... (mari...) ehm... tapi mau cerita apa ya????
tentang Pacar???( Nggak Punya)... Sahabat??? apa sih sahabat itu.... Kok asing bener ya...
Cerita tentang sahabat aja ya...?? ehm... nggak biasa lagi deh curhat2 masalah gituan lewat kata-kata... yang enak itu lewat puisi :)... bikin Puisi aJa ya... hehehe....

Tersenyum.... daun_daun yang lelah sudah
menitik harapan-harapan kosong dari riak kindu
bersua pada dentingan kehidupan usang
remah-premah terdengar cekikikan hujan...
kering menyapa, menyayat duka... merana
Asa-asa hampa bermain lunak di betis ternoda
senyap... lenyap dan letih...
tak tahu apa rasa, satu, dua atau berubah menjadi nada
bising usai dan usang menggurat raut tua...
selesai....

puisi ni nggak tau ah mau di kasih judul apa...

Minggu, 15 Mei 2011


         Indralaya, 24 Februari 2010

Cinta Tak Berserak

Kayu mengering dan daun menepi
Dunia menerima kenyataan di hamparan debu
Takkan menangis atau rasa sedih
Cinta tak untuk mengeruk dunia
Menguasai goncangan-goncangan yang bertaburan
Lautan bunyi yang mendengung rasa
Suka menggalaukan jiwa yang terus menghabiskan awan kelam
Mengembunkan titik-titik beku milik pagi
Mengais dan terus mengais
Tetap mengais sisa-sisa yang hampir usai
Waktu semakin membumbung
Dan pelangi ini harus dihadapi
Cinta tak berserak, tak juga bertepi
masa tlah terjatuh…. Semua berakhir
tak harus bangkit tak pula terbalik
untuk berkata…
Aku Cinta



Cinta Tak Berserak


                                                                                                                        Indralaya, 24 Februari 2010


Kayu mengering dan daun menepi
Dunia menerima kenyataan di hamparan debu
Takkan menangis atau rasa sedih
Cinta tak untuk mengeruk dunia
Menguasai goncangan-goncangan yang bertaburan
Lautan bunyi yang mendengung rasa
Suka menggalaukan jiwa yang terus menghabiskan awan kelam
Mengembunkan titik-titik beku milik pagi
Mengais dan terus mengais
Tetap mengais sisa-sisa yang hampir usai
Waktu semakin membumbung
Dan pelangi ini harus dihadapi
Cinta tak berserak, tak juga bertepi
masa tlah terjatuh…. Semua berakhir
tak harus bangkit tak pula terbalik
untuk berkata…
Aku Cinta



Ujung Petaka


Indralaya, 21 Agustus 2009


Sampai batas dari ambang-ambang yang gusar menorehkan duka
Sampai jiwa-jiwa telah kehilangan jejaknya
Lara dan derita tak menyanggupi untuk percaya akan bahagia
Derai air mata sudah tertumpah cukup lama
Surau-surau bergema, tak ada yang bergeming
Hening, terkurung dalam rasa benci
Menghentikan kebenaran karena lelah
Dunia terbalik
Semuanya tak ada yang sama
Seperti dulu…
seperti dulu yang hilang kuasa dan tujuan
Tinggal… dan tinggal…
Selamat tinggal Tuhan….


Suram kelana


Indralaya, 13 Januari 2008


Q sibak mentari subuh
Q raih senyum pagi
Senyum yang tak dapat ku hadirkan
Untuk diri ku sendiri
Ku mau kalian tahu
Ku mau yang ku mau
Namun ku tak mampu untuk itu
Cahaya mendung mengelabui hati ku
Ku terbalut kabut pagi
Ku terbenam dalam sepi
Dan aku lenyap sendiri





Bingkai hati


Indralaya, 9 Juli 2009


Kupandang sebuah wajah disana
Bertabur debu, cinta dan rindu
Beragam kisah tertaut di raut itu
Dari senja hingga kembali senja sosok itu tetap ada
Dia hadir dari paras indah nan mempesona
Didalam bingkai itu kisah hidup ini dimulai….
Dia bagian dari awal masa
Dia tak hanya hadir tapi juga menyatu…
Bulir bening membasahi bumi
Ku sapu bingkai lusuh bertabur serpihan bubuk kayu…
Ku dekap erat….
Ibu…
ku merindukanmu…