Duduk dibawah pohon ini.... gak ada kegiatan... suntuk bener dah aku!!!
dari pada menggerutu nggak jelas, cerita aja yuks.... (mari...) ehm... tapi mau cerita apa ya????
tentang Pacar???( Nggak Punya)... Sahabat??? apa sih sahabat itu.... Kok asing bener ya...
Cerita tentang sahabat aja ya...?? ehm... nggak biasa lagi deh curhat2 masalah gituan lewat kata-kata... yang enak itu lewat puisi :)... bikin Puisi aJa ya... hehehe....
Tersenyum.... daun_daun yang lelah sudah
menitik harapan-harapan kosong dari riak kindu
bersua pada dentingan kehidupan usang
remah-premah terdengar cekikikan hujan...
kering menyapa, menyayat duka... merana
Asa-asa hampa bermain lunak di betis ternoda
senyap... lenyap dan letih...
tak tahu apa rasa, satu, dua atau berubah menjadi nada
bising usai dan usang menggurat raut tua...
selesai....
puisi ni nggak tau ah mau di kasih judul apa...
setiap detik yang terkait dan melekat di aliran darah kita adalah keajaiban... keajaiban yang jarang terekam oleh rasa syukur kepada Sang Pencipta.... Dan dibalik keajaiban itu ada Orang-orang yang selalu Berdoa Untuk Kita.... Orang Tua kita...
Blog ini kAlo diIbarat telOr, gOlongan teloR orak-aRiklah...
Yang G jelas karuan Putih Mana kuning...
Tapi TEteup enak rasanya...
Seperti bLog inI..
BiAr G jelas bentuk n tampilannya,
yang penting banyak Ilmunya...
(^_^)V
Met berkunjung..... jangan Lupa Dikomen ya...
Makasih... semoga bermanFaat.... Bagi saya maupun anDa....
Selasa, 24 Mei 2011
Minggu, 15 Mei 2011
Indralaya, 24 Februari 2010
Cinta Tak Berserak
Kayu mengering dan daun menepi
Dunia menerima kenyataan di hamparan debu
Takkan menangis atau rasa sedih
Cinta tak untuk mengeruk dunia
Menguasai goncangan-goncangan yang bertaburan
Lautan bunyi yang mendengung rasa
Suka menggalaukan jiwa yang terus menghabiskan awan kelam
Mengembunkan titik-titik beku milik pagi
Mengais dan terus mengais
Tetap mengais sisa-sisa yang hampir usai
Waktu semakin membumbung
Dan pelangi ini harus dihadapi
Cinta tak berserak, tak juga bertepi
masa tlah terjatuh…. Semua berakhir
tak harus bangkit tak pula terbalik
untuk berkata…
Aku Cinta
Cinta Tak Berserak
Indralaya, 24 Februari 2010
Kayu mengering dan daun menepi
Dunia menerima kenyataan di hamparan debu
Takkan menangis atau rasa sedih
Cinta tak untuk mengeruk dunia
Menguasai goncangan-goncangan yang bertaburan
Lautan bunyi yang mendengung rasa
Suka menggalaukan jiwa yang terus menghabiskan awan kelam
Mengembunkan titik-titik beku milik pagi
Mengais dan terus mengais
Tetap mengais sisa-sisa yang hampir usai
Waktu semakin membumbung
Dan pelangi ini harus dihadapi
Cinta tak berserak, tak juga bertepi
masa tlah terjatuh…. Semua berakhir
tak harus bangkit tak pula terbalik
untuk berkata…
Aku Cinta
Ujung Petaka
Indralaya, 21 Agustus 2009
Sampai batas dari ambang-ambang yang gusar menorehkan duka
Sampai jiwa-jiwa telah kehilangan jejaknya
Lara dan derita tak menyanggupi untuk percaya akan bahagia
Derai air mata sudah tertumpah cukup lama
Surau-surau bergema, tak ada yang bergeming
Hening, terkurung dalam rasa benci
Menghentikan kebenaran karena lelah
Dunia terbalik
Semuanya tak ada yang sama
Seperti dulu…
seperti dulu yang hilang kuasa dan tujuan
Tinggal… dan tinggal…
Selamat tinggal Tuhan….
Suram kelana
Indralaya, 13 Januari 2008
Q sibak mentari subuh
Q raih senyum pagi
Senyum yang tak dapat ku hadirkan
Untuk diri ku sendiri
Ku mau kalian tahu
Ku mau yang ku mau
Namun ku tak mampu untuk itu
Cahaya mendung mengelabui hati ku
Ku terbalut kabut pagi
Ku terbenam dalam sepi
Dan aku lenyap sendiri
Bingkai hati
Indralaya, 9 Juli 2009
Kupandang sebuah wajah disana
Bertabur debu, cinta dan rindu
Beragam kisah tertaut di raut itu
Dari senja hingga kembali senja sosok itu tetap ada
Dia hadir dari paras indah nan mempesona
Didalam bingkai itu kisah hidup ini dimulai….
Dia bagian dari awal masa
Dia tak hanya hadir tapi juga menyatu…
Bulir bening membasahi bumi
Ku sapu bingkai lusuh bertabur serpihan bubuk kayu…
Ku dekap erat….
Ibu…
ku merindukanmu…
Kisah dia
Indralaya, 13 April 2009
Dia hanya masa lalu yang terus menggantungi tarikan nafas ku
Walau dia tak lagi didermaga itu…
Dia hanya segumpal kisah yang mengajarkanku menjadi tahu rasanya terluka…
Dia juga hanya goresan yang tinggal dalam kaca hidup ku
Dan dia adalah kesombongan dari setiap kebodohan terbesar dihidup ku…
Namun ku hanyalah kebohongan semu…
Langganan:
Postingan (Atom)