Blog ini kAlo diIbarat telOr, gOlongan teloR orak-aRiklah...
Yang G jelas karuan Putih Mana kuning...
Tapi TEteup enak rasanya...
Seperti bLog inI..
BiAr G jelas bentuk n tampilannya,
yang penting banyak Ilmunya...

(^_^)V

Met berkunjung..... jangan Lupa Dikomen ya...
Makasih... semoga bermanFaat.... Bagi saya maupun anDa....
Tampilkan postingan dengan label cerita hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita hidup. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2013

beberapa Fakta dihidup Gue

Selamat malam dunia persilatan antah berantah yang berantakan....
di temani lagunya si Bruno Mars "When I was Your Man" malem ni gue mau sedikit cerita... maklum, pengangguran jadi nggak ada kerjaan hahaha... (kok kayaknya bangga banget sih jadi penggangguran???) bukan bangga sih guys... tepatnya tuh menenangkan diri sendiri hehehe....

Ngomong2 soal pengangguran nih ya, dulu gw sempet kerja tapi cuma empat bulan, alasannya yang paling gede persentasenya ya itu satu kata BOSAN (Harus ya di cetak Gede tu Huruf???)...

Entahlah gue tu ngerasa bosen banget si tu perusahaan, bukan karna apa-apa sih... tapi coba lu bayangin men, anggkot sebiji aja nggak ada, pasar aja bukanya cuma tiap senen itupun cuma 2 jam, belom lagi yang namanya tempat jajan tu cuma dua... satu warung bakso satu warung Pempek... nah lu bayangin aja gimana bisa betah,,,, ya Allah dulu gw emang pengen kerja di desa, alasannya udah lama g ngirup udara seger pagi-pagi... tapi nggak ditempat yang kayak itu juga kali..... indomaret ato alfamaret aja nggak ada (T_T) #padahal tu minimarket udah kayak jamur... dimana-mana!.....Tempat Jalan???? ya cuma Jalan Raya.... sisanya Kebun karet, rawa-rawa, sungai en hamparan tebu yang menghijau (abis dibakar) #Eh keceplos......

Dan akhir kata Gue Out alias Resign dari tu perusahaan tentunya setelah gajian hehehehe.... Sumpah deh rasanya tu puaaaaaaaaaaaas banget, seneng, bahagia nggak ketulungan....selalu saja keluar kata-kata Akhirnya gue bisa menghirup kuah bakso di tempat laen #Eh.... berenti deh gue,,,, nah rencana awalnya sih istirahat dulu sekitar 2 minggu setelah itu gue cari kerja lagi deh.... :D
Satu Minggu Terlewatkan....

Iseng-iseng ikut Job Fair nih, pas sampe di hotel tu Job fair... ya Allah ya Tuhanku... gw baru tw kalo Fakta pertama pengangguran banyak banget di bumi Sriwijaya ini T_T. Fakta Kedua Job Fair itu lebih dari antrian BLT. Fakta ketiga sampe di dalem aula tu hotel Gue bingung mw masukin lamaran ke perusahaan mana aja... akhirnya gue masuk-masukin aja tuh lamaran dengan pedenya.... berharap dapet telpon ato sms panggilan kerja :D

Hari berganti hari, Minggu Berganti Minggu dan akhirnya bulan pun berganti... Barulah aku tau fakta ke EmPat,,, Lamaran gue nggak ada yang diterima T_T ..... nasib-nasib...... stok uang sudah menipis, gue memasuki dunia frustasi, kegalauan yang berkelanjutan.... perusahaan ayo terima gue.... demi apa sumpah pengen kerja lagi setiap liat dompet :(

Gue pun mutusin buat ngisi modem dg sisa-sisa uang gue ;'(.... pas udah di isi.... semua blog, web yang bau-bau lowongan kkerja gue bukain hahah, searching khusus wilyah sumsel aja endingnya seluruh daerah dijabanin... gw masuk-masukin deh tu lamaran.... berharap ada yang mw nerima gue... udah bosen ya Allah jadi pengangguran :(

dan Fakta Pengangguran itu...
1. Agak autis kalo liat Hp bunyi (Ngarepnya dapet panggilan dari Perusahaan, Nyatanya Operator yang ngasih tau "Paket lu udah mw abis tuh" :3 ) (⌣́_⌣̀)
2. Agak Males Liat Dompet ato pura-pura Lupa kalo punya dompet (sayup-sayup uang cepek manggil "belanjaain aja gue, cuma gue yang lo punya sekarang...." Oh Tuhan... Ceban Hanya ada di Angan-angan :'( )
3.Antusias liat Lowongan Kerja pas Udah dapet yang pas Kriteria pertama "MaLe" ato kalo nggak "Female/Male" berpengalaman min 1 Tahun (Langsung dari antusias mendadak jadi "Antu Banyu" >:( )
4. Tiap Hari Leptop Nggak Mati sibuk Nongkrongin Email (leptopnya aja yang begadang o.O )
5. Dapet sms panggilan tapi setelah di cek Penipuan (emosi meradang stadium IV :@ )
6. Berharap selalu malam (Mimpi indah nerima gaji lagi... Bisa Shopping lagi ^_^ )


Kamis, 15 Desember 2011

kasih sayang seorang ibu

Berikut sebuah cerita motivasi tentang kasih sayang seorang ibu.
Apa sumber motivasi terbesar dalam hidup? Mungkin jawaban yang tepat adalah CINTA!! Cinta di sini bukan hanya berarti hubungan sepasang insan berlainan jenis, namun lebih kepada cinta universal.  Cinta seorang ibu / ortu pada anaknya atau sebaliknya.. Inilah kekuatan terbesar yang dimiliki yang bisa menjadi sumber motivasi bagi semua orang.


Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bahagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia dapat memberikan sedikit makanan bergizi untuk pertumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan suduku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE DUA
Sekarang aku sudah masuk Sekolah Menengah, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak mancis untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kepentingan hidup. Di kala musim sejuk tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak mancis. Aku berkata : “Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, aku tidak penat” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE TIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi loceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE EMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai keperluan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang pakcik yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE LIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pencen. Tetapi ibu tidak mahu, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, tetapi ibu berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya ada duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE ENAM
Setelah lulus dari ijazah, aku pun melanjutkan pelajaran untuk buat master dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universiti ternama di Amerika berkat sebuah biasiswa di sebuah syarikat swasta. Akhirnya aku pun bekerja di syarikat itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mahu menyusahkan anaknya, ia berkata kepadaku : “Aku tak biasa tinggal negara orang” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE TUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanser usus, harus dirawat di hospital, aku yang berada jauh di seberang samudera atlantik terus segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perit, sakit sekali melihat ibuku dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE DELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : “Terima kasih ibu..!” Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktiviti kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pasangan kita, kita pasti lebih peduli dengan pasangan kita. Buktinya, kita selalu risau akan kabar pasangan kita, risau apakah dia sudah makan atau belum, risau apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah merisaukan kabar dari orangtua kita? Risau apakah orangtua kita sudah makan atau belum? Risau apakah orangtua kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi… Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orangtua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.