Blog ini kAlo diIbarat telOr, gOlongan teloR orak-aRiklah...
Yang G jelas karuan Putih Mana kuning...
Tapi TEteup enak rasanya...
Seperti bLog inI..
BiAr G jelas bentuk n tampilannya,
yang penting banyak Ilmunya...

(^_^)V

Met berkunjung..... jangan Lupa Dikomen ya...
Makasih... semoga bermanFaat.... Bagi saya maupun anDa....

Kamis, 15 Desember 2011

KENTANG

Manfaat dari kentang antara lain:

- Menambah berat badan. Kentang kaya akan karbohidrat dan sedikit protein. Sangat sesuai untuk mereka yang kurus dan ingin menambah bobot tubuh.

- Pencernaan. Karena kaya akan karbohidrat, maka kentang juga mudah dicerna tubuh. Makanya kentang sering digunakan sebagai makanan bagi pasien, bayi dan mereka yang sulit mencerna tapi memerlukan energi.

- Kesehatan kulit. Vitamin C dan B kompleks serta mineral seperti potassium, magnesium, fosfro dan seng sangat baik untuk kulit. Dan semuanya ada di kentang. Secara tradisional kentang juga sering digunakan untuk menghilangkan jerawat atau noda di wajah.

- Rematik. Vitamin, kalsium dan magnesium pada kentang dapat membantu mengurangi rematik.

- Peradangan. Kentang sangat efektif untuk penanganan radang, baik internal maupun eksternal karena sarat akan vitamin C, potassium dan vitamin B06.

- Fungsi otak. Baik buruknya fungsi kinerja otak sangat tergantung pada kadar glukosa, suplai oksigen, beberapa jenis vitamin B kompleks, beberapa hormon, asam amino dan asam lemak omega 3. Kesemua itu bisa didapatkan dengan mengonsumsi kentang.

Selain yang telah disebutkan diatas, kentang juga baik untuk jantung, pemulihan energi saat diare dan macam-macam penyakit lainnya. Masih takut makan kentang? Tenang saja, selama anda tidak mengkonsumsinya secara berlebihan, seporsi kentang goreng ada manfaatnya juga kok bagi kesehatan.

manfaat kentang bagi kecantikan :

Lingkaran Mata
Banyak wanita membeli berbagai produk perawatan untuk menghilangkan lingkaran hitam di daerah mata. Padahal dengan kentang, lingkaran hitam pada mata dapat berkurang.
Cara membuat: Kupas kulit kentang lalu iris dengan potongan yang agak lebar, letakkan dalam kain atau sapu tangan. Lalu tempelkan pada mata selama 15 – 20 menit. Lakukan hal itu secara teratur, lingkaran hitam pada mata akan semakin berkurang.

Noda Wajah
Noda hitam pada wajah pun bisa dipudarkan dengan peeling dari kentang.
Cara membuat: Haluskan beberapa buah kentang yang sudah dikupas kulitnya dengan menggunakan blender. Proses menghaluskan jangan terlalu lama. Buat ramuan yang tidak terlalu halus. Setelah itu usapkan kentang yang sudah diblender pada wajah, dan pijat perlahan. Lakukan peeling selama lima menit, lalu bilas dengan air bersih.

Mengangkat sel-sel kulit mati
Kentang juga berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati pada wajah. Gunakan saja masker kentang. Cara membuat: parut dua buah kentang yang sudah di kupas. Setelah diparut segera tempelkan kentang pada wajah. Biarkan selama 10 menit, kemudian bilas dengan air bersih. Lakukanlah secara teratur.

Pembersih Wajah
Kentang juga dapat dijadikan pembersih wajah. Gunakan campuran tersebut untuk membersihkan wajah Anda. Kulit Anda akan menjadi lebih bersinar dan segar dengan menggunakan bahan alami.
Cara membuat: siapkan 1 buah kentang, dan 1 buah ketimun, potong ukuran sedang. Lalu siapkan 1 sendok teh baking soda. Masukkan ke dalam blender potongan kentang dan ketimun selama 20 detik. Jangan sampai kentang dan ketimun terlalu hancur. Keluarkan dari blender, lalu tambahkan 1 sendok teh baking soda, dan sedikit air pada campuran kentang dan ketimun.

olahan kentang


Tentang BASEMAH "PAGARALAM"

GAMBARAN KONDISI UMUM DAERAH 
Kondisi Geografis
Kota Pagar Alam merupakan bagian wilayah Provinsi Sumatera Selatan yang secara Geografis terletak di sebelah  selatan dengan posisi wilayah berada pada 03059’08” – 04015’45” Lintang Selatan dan 103007’00” – 103027’26” Bujur Timur.  Wilayah Kota Pagar Alam merupakan daratan dengan luas mencapai 63.366 Hektar dan dalam konteks regional terletak sekitar 298 Km dari Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan dan berjarak sekitar 68 Km di sebelah Barat Daya Ibu Kota Kabupaten Lahat.
Letak Kota Pagar Alam memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Utara           :  Kecamatan Jarai dan Pajar Bulan Kabupaten Lahat.
Sebelah Selatan       :  Proνinsi Bengkulu.
Sebelah Timur           :  Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat.
Sebelah Barat           :  Kecamatan Tanjung Sakti Kabupaten Lahat.
Wilayah Kota Pagar Alam meliputi 5 kecamatan dan 35 kelurahan. Adapun kecamatan yang berada di wilayah Kota Pagar Alam adalah Pagar Alam Utara, Pagar Alam Selatan, Dempo Utara, Dempo Tengah dan Dempo Selatan.
Topografi Kota Pagar Alam merupakan daerah yang berbukit dan bergunung berketinggian 100 – 1.000 M ( Meter dari permukaan laut ) dengan puncaknya Gunung Dempo (+ 3.159 Meter). Selain itu wilayah ini adalah tempat tertinggi dan juga merupakan atap Proνinsi Sumatera Selatan.
Oleh karenanya daerah ini berhawa dingin (sejuk) serta memiliki 2 ( dua ) musim yaitu musim kemarau dan musin hujan. Musim hujan rata - rata setiap tahun berkisar antara bulan Oktober s.d bulan Maret, sedangkan musim kemarau berkisar bulan April s.d September. Penyimpangan kedua musim tersebut terjadi setiap 5 tahun sekali dimana musim hujan berkisar antara        2.000 – 3.000 mm dengan kelembaban udara berkisar antara 75 - 89 %.
Kota Pagar Alam mempunyai banyak sungai, diantaranya sungai Lematang, sungai Selangis Besar, sungai Selangis Kecil, sungai Air Kundur, sungai Betung, sungai Air Perikan sedangkan sungai Endikat merupakan sungai yang membatasi dengan kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat.
Suhu di Kota Pagar Alam berkisar anatara 14o C sampai dengan 34o C.
Jarak wilayah kecamatan dengan desa/kelurahan dengan ibukota pemerintahan. Kecamatan terdekat dengan ibukota pemerintahan adalah Kecamatan Pagar Alam Utara sedangkan kecamatan yang terjauh dari ibukota pemerintahan adalah Kecamatan Dempo Selatan.
Bentuk permukaan tanah di daerah Kota Pagar Alam bervariasi dari dataran sampai bergunung. daerah yang mempunyai dataran yang cukup luas adalah Kecamatan Pagar Alam Selatan dan Kecamatan Pagar Alam Utara sementara daerah yang mempunyai permukaan bergunung adalah Kecamatan Dempo Utara, Kecamatan Dempo Selatan dan Dempo Tengah mempunyai bentuk permukaan yang bergelombang.
Luas wilayah Kota Pagar Alam 63.366 Ha (633,66 Km2 ), yang jenis lahannya sebagai berikut : Tanah Sawah terdiri dari  : sawah Irigasi, tadah hujan; Tanah kering terdiri dari  emplasement, kebun, kolam; tanah hutan terdiri dari  hutan lebat, belukar, hutan lindung; Tanah perkebunan, yaitu tanah perkebunan Negara, tanah umum;  Tanah Fasilitas Umum yang terdiri dari tanah untuk lapangan olahraga, taman rekreasi, jalur hijau,kuburan.
Keadaan tanah di Daerah Kota Pagar Alam pada umumnya tanah kelas      1 (satu) yang mengandung kesuburan tanah yang tinggi, hal ini terbukti daerah Kota  Pagar Alam merupakan daerah penghasil sayur-mayur, buah-buahan dan merupakan salah satu Sub Terminal Agribisnis ( STA ) di Propinsi Sumatera Selatan, selain itu keadaan tanah di daerah ini mengandung bahan Andozol yang terdapat di Kecamatan Pagar Alam Utara, Pagar Alam Selatan, Dempo Utara, Dempo Selatan dan Dempo Tengah. Kota Pagar Alam selain daerah pertanian juga merupakan potensi mineral dan bahan tambang . Bahan tambang golongan C yang sudah diusahakan oleh rakyat seperti : tanah liat, pasir, batu kali/gunung yang terdapat di Kecamatan Dempo Selatan.


Dari tinjauan kesejarahan, keberadaan Besemah (Sumber Belanda menyebutkan Pasemah, merujuk bagian hikayat Pasemah Libagh) terutama dapat dilihat pada masa pra hingga masa Kesultanan Palembang Darussalam. Pada masa inilah dikenal istilah marga. Pada masa pemerintahan Sido Ing Kenayan yang naik tahta sekitar tahun 1629, di buat semacam undang – undang yang mengatur hubungan antara Palembang dan daerah pedalaman. Selanjutnya hubungan ini makin efektif pada masa pemerintahan Sultan Abdurrahman Khalipatul Mukminin Sayidul Iman (Sultan Pertama kesultanan Palembang), yang memerintah pada masa 1651 – 1706 M. Setelah kesultanan Palembang dikalahkan oleh pasukan Belanda di bawah pimpinan Jenderal. De Kock, Sultan Mahmud Badaruddin II selaku penguasa kesultanan Palembang menyerah kalah. Kekalahan ini mempunyai arti penting dan merupakan babak baru bagi sejarah Besemah.

 Asal Usul Suku Besemah
Besemah adalah suatu peradaban budaya yang sudah maju pada masa prasejarah. Hal ini dibuktikan dengan adanya relief yang terdapat pada monument nasional di Jakarta. Besemah merupakan suku melayu, dalam kawi kuno memiliki arti : pelarian / pengungsian dari dataran tiongkok yang dikenal dengan mongolith dan Persia.
Mengenai asal usul suku besemah, hingga saat ini masih berupa legenda rakyat, yaitu Atung Bungsu, yang merupakan salah satu diantara 7 orang anak ratu (=Raja) Majapahit, yang melakukan perjalanan menelusuri suangai nusantara yang  berakhir disungai lematang, akhir memilih tempat bermukim di dusun Benua Keling. Atung Bungsu menikah dengan Putri Ratu Benua Keling, bernama Senantan Buih (Kenantan Buih). Melaui keturunannya Bujang Jawe (Puyang Diwate), Puyang Mandulike, Puyang Sakesemenung, Puyang Sake Sepadi, Puyang Sake Seghatus, dan Sake Seketi yang menjadikan penduduk jagat Besemah. Masalahnya bukan persoalan benar atau salah, tetapi unsur yang sangat penting dalam legenda adalah peran dan fungsinya sebagai pemersatu kehidupan suatu masyarakat (Jeme Besemah). Legenda ini dapat menjadi antisipasi Disintegrasi kesatuan dan persatuan jeme besemah kemana pun mereka berada. Hal ini sudah tampak dalam beberapa dekade, terutama setelah pemerintahan marga dihapuskan. Perlu selalu ditanamkan perasaan dan keyakinan bahwa jeme Besemah itu (termasuk jeme semende dan jeme kisam) berasal dari satu keturunan.

Berdirinya Dusun Jagat Besemah
Puyang Kunduran membuat dusun masam bulau (Ulu Manak) dan dikemudian hari anak cucunya membuat dusun Gunung Kerte, termasuk Sumbay Besak (Sumbay Besar); Puyang Keriye Beraim membuat dusun Gunung Kaye, dan Sumur. Kemudian anak cucu keriye Beraim membuat dusun Talang Tinggi dan Muara Jauh ( Ulu Rurah ), Puyang Belirang membuat dusun Semahpure dan anak cucunya pindah pula membuat dusun di Ulu Manak. Puyang Raje Nyawe pindah juga membuat dusun Perdipe, Petani, dan Pajar Bulan. Anak cucunya pindah juga membuat dusun Alun Dua, Sandarangin, Selibar, Rambaai Kaca, Sukemerindu, Kutaraye, Babatan, Sadan, Nantigiri, Lubuk Saung, Serambi, Bandaraji, Ulu Lintang; Bangke, Singapure, Ulu Lebar, Gunung Liwat, Tanjung Beringin, Ayik Dingin, Muara Sindang, Tebat Benawa, Rempasai, Karang Anyar, semua nya masuk Sumbay Besak. Puyang Raje Nyawe pindah ke semende, membuat dusun pajar bulan. Puyang Raje Nyawe kembali ke dusun Perdipe menyebarkan agama Islam dan adat istiadat perkawinan secara Islami. Dari semende banyak penduduk yang pindah ke Kisam dan masih banyak cerita mengenai pendiria dusun – dusun di tanah Besemah ini.

Sistem Pemerintahan Tradisional
Sistem pemerintahan tradisional di daerah Besemah disebut Lampik Empat Merdike Due yang dipimpin oleh kepala – kepala Sumbay. Besemah waktu itu merupakan suatu “REPUBLIK” yang paling demokratis. Tanggung jawab dan kesetiaan sangat ketat dibina oleh orang Besemah. Rasa Solidaritas dan Loyalitas yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan prajurit – prajurit Besemah dapat melakukan perlawanan terhadap kolonialisme hal yang mengiringi rasa solidaritas dan loyaalitas yang tinggi itu baik didalam keluarga batih, keluarga luas virilokal maupun pada suku besemah secara umum adalah konsep “dimak kepadunye” dan “dide beganti”.

Sindang Merdike dan Si Penjaga Batas
Status “Sindang Merdike” dan “Sipenjaga Batas” dan system pemerintahan tradisional “Lampik Empat Merdike Dua”  menjadi terancam dan sirna setelah Kolonialis Belanda dapat melakukan perlawanan Sultan Mahmud Badarudin II. Pada perang Palembang pada tahun 1819 dan tahun 1821. Dalam hubungannya dengan  Kesultanan Palembang, suku Besemah selalu menganggap dirinya sebagai orang yang bebas, orang merdeka. Hubungan Sultan Palembang dengan Suku Besemah lebih bersifat suzeverenitas (Hens, 1909 : 12 – 15) kewajiban “milir seba” Bukit Seguntang pada tiap tiga tahun sekali, lebih diartikan sebagai nggahi kelaway tue, Putri Sindang Biduk. Sultan Palembang yang cukup menghormati orang – orang besemah, terbukti dengan status yang diberikannya yaitu status “Sindang Merdike” dan “Si Penjaga Batas” (Grensbewakers).
Suku besemah sering melakukan (istilah Belanda onlusten, woelingen, rustverstoring), yang berarti membuat “kerusuhan” membuat “huru-hara” atau mengganggu ketentraman. Menyadari bahwa pihak Belanda pasti akan melakukan serangan, orang Besemah membuat benteng – benteng pertahanan yang kuat, disebut kute di beberapa dusun. Misalnya Kute Gelung Sakti, Kute Penandingan, Kute Tebat Seghut, Kute Agung, Kute Munteralam, dan kute – kute lainnya. Pimpinan Militer Belanda memutuskan mengirimkan ekspedisi militernya untuk menghancurkan kekuatan orang – orang Besemah, yang dilaksanakan pada bulan April hingga bulan Juni tahun 1866.


Belanda Mengalahkan Besemah
Oleh karena persenjataan yang lebih modern, pengalaman perang yang cukup, dan pasukan yang terlatih, akhirnya Belanda dapat menguasai satu per satu kute pertahanan prajurit – prajurit Besemah, yaitu Kute dusun Gelung Sakti, Kute Penandingan, Kute Tebat Seghut, Kute-Agung, Kute Menteralam, dan lain – lain. Pada pertempuran di kute – kute tersebut terlihat bahwa prajurit – prajurit Besemah lebih memilih kemungkinan mati dari pada menyerah, terutama pada pertempuran di tebat seghut dan munteralam. Setelah mengalahkan perlawanan di daerah Besemah Liagh (Besemah Lebar), pasukan Belanda melanjutkan serangannya ke Besemah Ulu Manak untuk menangkap tokoh – tokoh pimpinan besemah yang bersembunyi di daerah ini.
Kekalahan ini menyebabkan rakyat Besemah haarus tunduk kepada peraturan yang dikeluarkan dikeluarkan pemerintah Belanda. Misalnya, mereka harus membayar pajak tanah, pajak rumah, menghentikan perdagangan budak, dan menghentikan kebiasaan menyabung ayam. Peraturan dan ketentuan – ketentuan ini merupakan hal baru dan sangat memberatkan bagi orang – orang Besemah yang tidak ada sebelumnya. Hal ini berarti, status “Sindang Merdike” dan “Sipenjaga Batas” menjadi hilang. Dengan kekalahan tersebut, mulailah daerah Besemah di jajah Belanda dengan segala penderitaan dan kesulitan ekonomi. Penderitaan ini berlangsung hampir selama 82 tahun.

Perang Pasifik dan Penjajahan Jepang
Kekuasaan Belanda yang tampak sangat kuat, dengan mudah dikalahkan oleh bala tentara Jepang pada perang Pasifik di bulan Februari 1942. pertahanan sekutu dilaut jawa dapat dipatahkana. Pasukan jepang mendaraat di beberapa tempat di kepulauan Indonesia. Menyerahnya Belanda kepada Jepang pada tanggal 9 Maret 1942, menyebabkan Belanda kehilangan jajahannya di Indonesia.
Mulailah babak baru dalam sejarah Indonesia, yakni Indonesia di jajah oleh bangsa Jepang. Rakyat Indonesia semakin menderita di bawah kekuasaan jepang. Balatentara Jepang ternyata lebih kejam bila dibandingkan dengan kolonialis Belanda. Jepang yang pada awal perang Asia Timur Raya sangat opensif, berubah menjadi defensive dan tertekan oleh kekuatan sekutu, sehingga terdesak di berbagai front pertempuran, termasuk di wilayah Indonesia.

Ghuyun Kanbu
Untuk mengatasi kekurangan pasukan, Jepang membentuk satuan militer pribumi, yang disebut Ghuyun Kanbu (Infanteri Ghuyun).
Angkatan pertama Ghuyun di latih di Kota Pagar Alam, tepatnya di Balai Istirahat, di Belakang rumah sakit Juliana (Juliana Hospital), di Jalan ke arah dusun Pematang bange.  Dari pusat latihan Ghuyun di Pagar Alam dihasilkan prajurit dan perwira – perwira yang cakap dan terampil menggunakan senjata, mengatur strategi perang serta teknik – teknik berperang yang kemudian sangat bermanfaat dalam perang mempertahankan kemerdekaan. Faktor inilah yang dapat dijadikan sebagai salah satu dasar kriteria untuk menyebut Pagar Alam sebagai “Kota Perjuangan”.






Proklamasi Kemerdekaan 
Akhirnya Jepang menyerah kepada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945. Kemerdekaan Indonesia di Proklamasikan Soekarno-Hatta pada  tanggal 17 Agustus 1945. tidak semua daerah mengetahuinya. Oleh karenanya upacara penaikan Bendera Sang Merah-Putih, tidak sama waktunya antara satu daerah dengan daerah lainnya, termasuk Kota Pagar Alam.
Pada tanggal 21 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, pada pemuda pejuang mengibarkan bendera merah putih di Pagar Alam (Bastari 192 : 2005). Upacara penaikan Bendera dilaksanakan di halaman toko Datuk Seri Maharajo, rumah keluarga Sofjan Rasjad (Saat ini telaah menjadi Toko cuci cetak foto modern). Hadir dalam upacara penaikan bendera itu antara lain : Siddik Adiem, datuk Seri Maharajo, Depati M. Hasyim R, Kenasin, Agam, Almunir, Tjik Seman, Tjik Nunung, Djinal Genting, M. Sohan Sumur, M. Djahri, Ardjo Talang Kelape, dan beberapa anggota Hizbul Wathan.
Pemerintah Indonesia kemudian membentuk pemerintahan hingga ke daerah – daerah. Terbentuklah kewedanaan Tanah Pasemah pada Oktober 1945. Kewedanaan ini membawakan empat kecamatan, yaitu Pagar Alam sebagai ibu kota kewedanaan Kecamatan Tanjung Sakti, Kecamatan Jarai, Kecamatan Kota Agung.

Pertemuan di Tebat Limau
Sebagai suatu Negara yang telah merdeka, Indonesia berusaha mengambil alih kekauasaan politik dan militer, terutama usaha untuk mengambil atau merebut senjata dari tangan Jepang, Mayor Ruslan mengambil inisiatif untuk mengadakan pertemuan di Tebatlimau, dekat dusun Pelang Kenidai yang dihadiri oleh semua unsur pemerintahan, Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID), Wedana, Polisi, Para Pesirah, Kepala – kepala Sumbay dan pimpinan tentara Keamanan Rakyat (TKR) / laskar.
Terjadi pertempuran – pertempuran dengan tentara jepang di Butai – Butai jepang di Gununglilan, Bumi Agung, Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) Jerambah Beringin, dan Karang Dale. Pada pertempuraan – pertempuran di butai – butai Jepang tersebut telah gugur beberapa putera terbaik Besemah, antara lain Mayor Ruslan, Sersan Ansori, Serma Wanar, Musalim, Zainal, Salam, Tulip, Dung, Marzuki, Zainawi, Jinal, Kamal, Abdullah, Siakip, dan beberapa orang lainnya yang tidak tercatat. Setelah balatentara menyelesaikan tugas yang diberikan Sekutu dan mereka dikembalikan ketanah airnya. Perjuangan rakyat Indonesia belum berakhir. Belanda (NICA) datang kembali ke Indonesia. Terjadi pertempuran dengan pihak sekutu / Belanda yang mencapat puncaknya pada Pertempuran Lima Hari Lima Malam (PLHLM) tanggal (21 juli 1947) dan Agresi  Militer II (19 Desember 1948). Rakyat Sumatera Selatan melakukan perlawanan sengit, sangat heroik, dan semangat rela berkorban yang sangat tinggi baik harta maupun nyawa, demi unuk mempertahankan kemerdekaan perlawanan yang demikian termasuk juga di kewenangan tanah pasemah.

Peran Rakyat Besemah dalam PLHLM DAN AM I
Pada Agresi Militer 1 Belanda, rakyat dikeweanan Tanah Pasemah belum secara langsung  berperang karena Belanda  belum berhasil sampai ke Tanah Pasemah. Namun rakyat Besemah telah  ikut berperan pada pertempuran lima hari lima malam  dan Agresi  Militer I, yaitu memberikan bantuan personil (prajurit) dan logistik (beras dan sayur-sayuran) .memang sudah ada usaha  Belanda untuk melakukan serangan ke pagaralam (ibukota kewedanaan Tanah Pasemah), tetapi niat ini tidak terealisasi Karena sudah persetujuan itu, ditetapkan  garis demarkasih pertempuran  di dusun  Tanjung Tebat.

Perlawanan Rakyat di Tanah Besemah AM II 
Pada agresi militer II Belanda (Desember 1948), ada tiga daerah yang menjadi target sasaran yaitu, Muara Dau (Sekarang OKU Selatan) Tebing Tinggi, dan Pagar Alam. Pertahanan Kota Pagar Alam. Dibebankan kepada Balyon XVI STP (Sub Teritorium Palembang) yang berkekuatan enam kompi, yaitu kompi I kapten Satar, Kompi II Lettu Ichsan, Kompi III Lettu Yahya Bahar, Kompi IV Lettu Nahwi, Kompi V Lettu Adenan Ibrahim, dan Kompi VI H.S. Simanjutak. 
Untuk mempertahankan kota Pagar Alam ini, dibentuk tiga front yaitu front mingkik untuk menghadang pasukan belanda diluar ndikat, frony selangis untuk menghadapi Belanda yang akan masuk simpang rantau-unji dan front padang kaghit (ordeming kopi yang dulu milik belanda) front padang kaghit di pimpin Lettu Yahya Bahar. Untuk menghambat pasukan belanda yang akan masuk lewat Tanjung Tebat, Jeramba Ndikat terpaksa dihancurkan. Penghancuran ini lakukan oleh prajurit Agam dan kawan – kawan.
Pimpinan pasukan Belanda yang sejak awal memperkirakan bahwa luang ndikat sukar ditembus, juga melakukan pengiriman pasukan melalui jalan jepang yang bias tembus ke simpang rantau-unji, front selangis, front padang kaghit, kota Pagar Alam dan terus ke daerah impit Bukit. Pasukan TNI, laskar pejuang dan rakyat melakukan perlawanan sengit di front Selangis Besar. Namun, karena persenjataan yang tidak seimbang, perlawanan ini dapat dipatahkan oleh belanda. Pasukan TNI, lascar dan rakyat pejuang terpaksa melakukan gerakan mundur ke hutan – hutan, untuk selanjutnya melakukan perang guerilla (gerilya) melakukan penghadangan – penghadangan ditempat – tempat strategis dengan memasang landsmijn (ranjau darat).


Politik Bumi Hangus 
Pihak TNI laskar dan rakyat pejuang melakukan politik bumi hangus, terutama pada bangunan – bangunan milik Belanda, agar tidak dipergunakan lagi oleh pasukan Belanda. Misalnya pembumihangusan bangunan dikompleks BPM Jeramba Beringin, Demporeokan, kantor wedana tangsi polisi dan bangunan – bangunan diperkebunan teh gunung dempo.
Peran Tanjung Sakti
Tanjung Sakti mempunyai peranan yang sangat besar terutama setelah pimpinan teras TNI yang sebelumnya bermarkas di Lubuk Linggau dipindahkan ke cughup, kemuara Aman, dan akhirnya ke Tanjung Sakti, pimpinan teras TNI ini di pimpin oleh Kolonel Bambang Otoyo dan kepala staf nya adalah Kapten M. Yunus. Tanjung Sakti juga menjadi pusat pemerintahan sipil keresidenan Palembang yang dipimpin residen Abdul Rozak. Demikian pula Bupati Amaluddin, Wedana Wangi, Wedana Ibrahim, Wedana Abdullah Sani, Siddiq Adem (Kepala penerangan) dan lain – lain berada di Tanjung Sakti. Dari kepolisian keresidenan palembang terdapat nama – nama Komisaris Polisi Sugondo, Inspekur Polisi Taslim Ibrahim, Inspektur Polisi Abdullah Amaludin. Inspektur Polisi palma, Yasin, dan Cek Umar. Kepala Penerangan dan Kepala Kesehatan juga berada di Tanjung Sakti, serta masih banyak tokoh pejuang lainnya, misalnya Rasyad Nawawi, Satar, Nurdin, Syamsul Bachri Umar (Tatung), Idham, Djarab, Nurdin Pandji Ibrahim, Bachrun Umar, Basri, Ali Syarief, Sahid, Munir, Cek Asim, dan lain – lainnya. Dari Tanjung Sakti dikendalikan pemerintahan, pengaturan taktik dan strategi melawan Belanda. Untuk mengatasi kesulitan alat tukar, dicetak uang kertas “OERIP” (Oeang Repoeblik Indonesia Perdjoeangan).
Pasukan Belanda mengetahui tentang keberadaan pemerintahan sipil dan kekuatan militer di Tanjung Sakti. Oleh karena itu, mereka melakukan serangan – serangan dengan menjatuhkan bom di beberapa tempat. Beberapa di antaranya meluluhlantakkan beberapa rumah. Tetapi banyak juga yang tidak meledak, yang kemudian digunakan oleh TNI sebagai bahan untuk merakit senjata guna melawan pasukan belanda. Dapat dikatakan, bahwa Tanjung Sakti tidak pernah di injak oleh kaki tentara Belanda yang ingin menjajah kembali dan Tanjung Sakti merupakan satu – satunya pertahanan di Kabupaten Lahat yang mampu bertahan sampai penyerahan kedaulatan bulan November 1949 (mendahului penyerahan kedaulatan 27 Desember 1949).



ADMINISTRATIF DAN PERJUANGAN
Seiring perkembangan pemerintahan pusat, system pemerintahan di daeraah – daerah juga mengalami perubahan. Presiden Soekarno mengeluarkan peraturan presiden Republik Indonesia Nomor 22 tahun 1963 tentang penghapusan keresidenan dan kewedanaan. Dengan demikian, tidak ada lagi pemerintahan kewedanaan tanah pasemah,sehingga mengubah posisi Pagar Alam sebagai Kecamatan Pagar Alam di bawah Kabupaten Lahat.
Awal tahun 1987, tokoh – tokoh masyarakat Pagar Alam berjuang mengusulkan agar kecamatan Pagar Alam menjadi Kota Administratif (Kotif). Terbentuklah panitia, yang kemudian mengajukan surat permohonan kepada Mendagri pada tanggal 15 April 1987. berkat dukungan semua pihak, akhirnya permohonan masyarakat Pagar Alam untuk menjadikan Pagar Alam sebagai kotif dikabulkan Pemerintah Pusat, dengan terbitnya peraturan pemerintah Nomor 63 Tahun 1991 tentang pembentukan kota Administratif Pagar Alam dan pemekaran wilayah Kecamatan Pagar Alam menjadi 4 kecamatan, yaitu kecamatan Pagar Alam Utara, Kecamatan Pagar Alam Selatan, Kecamatan Dempo Utara, dan Kecamatan Dempo Selatan. Mendagri yang saat itu adalah Rudini, meresmikan Pagar Alam sebagai kotif pada tanggal 15 januari 1992. Mendagri juga melantik Drs. Musrin Yasak sebagai Walikota Administratif Pagar Alam yang pertama dan menetapkan Kota Pagar Alam sebagai Kota Perjuangan.
Pagar Alam menjadi Kota Administratif melalui Undang – undang Nomor 8 Tahun 2001 tentang pembentukan Kota Pagar Alam dan peresmian dilakukan oleh Mendagri pada tanggal 17 Oktober 2001. Gubernur Sumatera Selatan H. Rosian Arsyad atas nama Mendagri melantik Pejabat Walikota Pagar Alam H. Djazuli Kuris pada tanggal  12 November 2001.
Demikianlah kilas balik perjuangan rakyat di Kewedanaan Tanah Pasemaah, mulai dari zaman “Lampik Empat Merdike Due”, “Sindang Merdike”, dan “Si Penjaga Batas” hingga penyerahan kedaulatan, yang karena perlawanan gigih, ulet dan pantang menyerah dari TNI, laskar, Tentara Pelajar, Pemuda – Pemudi Besemah di Pagar Alam dan sekitarnya, serta rakyat pejuang pada umumnya sehingga kita dapat menyebut kota Pagar Alam sebagai “Kota Perjuangan”. Sejarah yang sangat heroic ini perlu selalu di kenang dan dijadikan pedoman dalam mengisi kemerdekaan, juga tidak lupa akan selalu menghormati jasa para pahlawan, khususnya yang gugur di Tanah Besemah. 

Pariwisata 

Pagaralam,Kota Pagaralam mempunyai potensi sebagai sentral Pariwisata andalan di Indonesia. Ini terlihat dari Kota Pagaralam mempunyai tiga produk pariwisata yang siap di jual ke manca negara yaitu Agro Tourism (Wisata Pertanian), History Culture Tourism (Wisata Sejarah dan Budaya) dan Equitourism (Wisata Alam). Bahkan 10 Operator Tour Domestic dan manca negara seprti Malaysia, Singapura dan Fhilipina siap memasarkan Pariwisata Pagaralam ke Manca Negara.

Pariwisata Pagaralam mempunyai ciri khas sendiri, dan mempunyai potensi untuk menjadi andalan indonesia serta siap dipasarkan ke manca negara. Pariwisata Pagaralam mempunyai Produk-produk yang menjadi daya tarik para wisatawan asing maupun domestik, ketiga pariwisata ini harus menjadi fokus Pemerintah Kota Pagaralam yang mengembangkan Pariwisata Pagaralam. Kata juru bicara Departeman Budaya dan Pariwisata Vinsensius Jamedu sekaligus menjadi pendamping pada operator tour domestic dan manca negara yang tergabung dalam fam Tour ketika mengunjungi Kota Pagaralam.

Menurutnya Kota Pagaralam mempunyai sentral agro, budaya dan sejarah yang menarik serta mempunyai suasana alam yang sangat menonjol, banyak wisatawan asing maupun domestik sangat mengemari adanya wisata yang berhubungan dengan alam dan Sejarah Pagaralam memasarkan ke tiga produk Pariwisata tersebut sehingga menarik para wisatawan asing maupun domestic berminat datang ke Pagaralam.

dokumentasi Pribadi













Chrysanthenum

Krisan atau Chrysanthenum merupakan salah satu jenis tanaman hias yang telah lama dikenal dan banyak disukai masyarakat serta mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Disamping memiliki keindahan karena keragaman bentuk dan warnanya. bunga krisan juga memiliki kesegaran yang relatif lama dan mudah dirangkai. Keunggulan lain yang dimiliki adalah bahwa pembungaan dan panennya dapat diatur menurut kebutuhan pasar.
Sebagai bunga potong, krisan digunakan sebagai bahan dekorasi ruangan, jambangan (vas) bunga dan rangkaian bunga. Sebagai tanaman pot krisan dapat digunakan untuk menghias meja kantor, ruangan hotel, restaurant dan rumah tempat tinggal. Selain digunakan sebagai tanaman hias, krisan juga berpotensi untuk digunakan sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga (hama).
Krisan atau dikenal juga dengan seruni bukan merupakan tanaman asli Indonesia. Menurut Rukmana dan Mulyana (1997), terdapat 1000 varietas krisan yang tumbuh di dunia. Beberapa varietas krisan yang dikenal antara lain adalah C. daisy, C. indicum, C. coccineum, C. frustescens, C. maximum, C. hornorum, dan C. parthenium. Varietes krisan yang banyak ditanam di Indonesia umumnya diintroduksi dari luar negeri, terutama dari Belanda, Amerika Serikat dan Jepang. Bunga krisan sangat populer di masyarakat karena banyaknya jenis, bentuk dan warna bunga. Selain bentuk mahkota dan jumlah bunga dalam tangkai, warna bunga juga menjadi pilihan konsumen. Pada umumnya konsumen lebih menyukai warna merah, putih dan kuning, sebagai warna dasar krisan. Namun sekarang terdapat berbagai macam warna yang merupakan hasil persilangan di antara warna dasar tadi.
Bunga krisan digolongkan dalam dua jenis yaitu jenis spray dan standard. Krisan jenis spray dalam satu tangkai bunga terdapat 10 — 20 kuntum bunga berukuran kecil . 


Sedangkan jenis standard pada satu tangkai bunga hanya terdapat satu kuntum bunga berukuran besar. Bentuk bunga krisan yang biasa dibudidayakan sebagai bunga berukuran besar. Bentuk bunga krisan yang bisa dibudidayakan sebagai bunga potong adalah Tunggal, Anemone, Pompon, Dekoratif, Bunga besar (Hasyim dan Reza dalam Wisudiastuti, 1999).


Bunga potong yang banyak diminati adalah bunga yang mekar sempurna, penampilan yang sehat dan segar serta mempunyai tangkai batang yang tegar dan kekar, sehingga bunga potong menjadi awet dan tahan lama.
Krisan merupakan salah satu jenis bunga potong penting di dunia. Pada perdagangan tanaman hias dunia, bunga krisan merupakan salah satu bunga yang banyak diminati oleh beberapa negara Asia seperti Jepang, Singapore dan Hongkong, serta Eropa seperti Jerman, Perancis dan Inggris (Wisudiastuti, 1999).





Senin, 12 Desember 2011

belajar dari hidup

hidup ini bener2 nggak ada matinya... ya, kadang kita ada di atas, kadang pula kita ada dibawah... lo tau nggak, kalo hidup dibawah terus, tertekan dalam situasi menyakitkan itu nggak enak banget pastinya... apa lo pikir hidup dengan kondisi dan posisi diatas itu selalu menyenangkan??? Nggak juga kaleeee..... ngebosenin iya say... gw mau cerita nih... habis bingung mw cerita sama siapa lagi, sama orang??? wwaaaaah orang nggak ada yang bisa dipercaya... ember semua hihihi...

Gue dilahirin dari keluarga yang sederhana, tapi Alhamdulillah ya (gaya sahrini yang di tipi2 itu )  cukuuup buat makan n buat nguliahin gue yang sampe sekarang masih ahli nadah doang (Menyedihkan banget uuuy) :'(
beranjak di bangku SD yang selalu diatas awan, SMP yang diuber2 guru buat ikut Lomba Esailah, Lomba tingkat nasional lah de el el...  SMA yang mulai di uber2 cowok (huahahaha.... biar gembel2 gini, gue banyak yang naksir huhahahah... :p)... gue pikir sepanjang hidup gue ini selamanya ya kayak gitu... aman tentram damai. sampe pada suatu titik gue tau, hidup itu nggak datar2 aja kayak yang gue alami selama ini, yaaaa... hidup itu butuh cobaan brooo... biar kita tau seberapa besar kapasitas dan kualitas kita ngejalanin hidup....

Jujur aja, gue bukan tipe orang yang suka ngurusin urusan orang lain, terutama masalah pribadi orang... menurut gue ya ini hidup gue, hidup lo ya hidup lo... bukan bermaksud masa bodoh tapi hahaha sudahlah, itu masalah lo bukan masalah gue... lo butuh gue ya udaaah.... hubungin gue, tapi kalo gue disuruh grasak-grusuk nyari info tentang hidup lo ogaaaah daah... ehm...

masa-masa sulit di hidup gue dimana hidup gue banyak ditekan oleh orang disekitar gue, dipandang sinislah, dijelek-jelekinlah (padahal guekan udah jelek yaaaa, gembel gitu loh wkwwk) huft pokoknya ngedrop banget deh,,, ngerasa sendirian, tapi dari situ gue belajar megang prinsip Lahir sendiri, Mati sendiri... meski hidup itu butuh orang lain, Nggak berarti apa-apa sama Orang Lain. Gantungin semuanya di Diri sendiri.. Bukan Orang Lain... Hidup ini di Rasain sendiri, Nggak dirasain Rame-rame meski kadang rame-rame itu aseeek... Tanya diri sendiri bukan tanya orang lain, hidup yang jalanin itu diri kita sendiri, walau tetap berada dengan orang lain, percaya itu sama diri sendiri, percaya sama orang lain tapi orang yang dipercayai itu tukang tipu apa gunanya??? belajar buat yakin sama kemampuan diri sendiri... sakit itu kita yang nikmati sendiri, bahagia itu dibagi bersama... itu kalo lo mempercayakan hidup lo sama orang lain.... senangnya aja yang dibagi, sedihnya??? Dimakan sendiri...

ada yang bilang gini *kebaikan dan ketulusan adalah 2 hal yang bisa didengar oleh orang yang tuli dan dapat dilihat oleh orang yang buta. hidup itu pilihan*

Hidup dalam Lirik

dalam sebuah perjalanan di Bali aku mendapatkan pesan singkat dari seorang teman, dia memintaku membuatkan sebuah puisi untuk dijadikan lirik lagu sebuah band....
tanpa inspirasi, shok dan rasa lelah akibat beberapa hari hanya beraktifitas didalam bus membuatku berfikir keras menyelesaikannya cukup lama, 3 menit untuk sebuah puisi sederhana....
ketika puisi itu terselesaikan, selang beberapa waktu seseorang bertanya padaku
apakah ini isi hatimu?? tentu tidak jawabku,
lalu, untuk siapa puisi ini??? entahlah, yang jelas aku hanya tak suka dengan orang yang merasa angkuh, gengsi dan sombong dalam hal cinta....pembicaraan usai
ya aku sangat tak suka dengan orang yang terlalu sombong dan angkuh dalam menjalin suatu hubungan...
aku membuatnya tidak tertuju pada sesosok tokoh, seseorang atapun dengan perasaan... semuanya mengalir begitu saja... sampai akhirnya.... kini aku sadar ternyata lirik ini ku buat untuk hidupku sendiri sebelum keadaan itu terjadi....

25 Juni 2011 pukul  17.25 WITA
aku memang sempat mengenalmu, bahkan mencintamu
menapaki jalan sunyi dengan bayangmu...
tak usah berlaku seolah hanya kamu
aku tak berharap atas hadirmu
jangan lagi berfikir hari-hari sepi akan ku habiskan untuk memikirkanmu
bermimpilah bahwa aku pemujamu
dan sadarilah duniaku takkan lagi kembali pada keangkuhan hatimu

tak ada yang ku sesali dari lirik ini, hanya saja seandainya waktu itu aku menuliskan lirik bahagia.... sepertinya jika duniaku diatur oleh sebuah lirik, maka selanjutnya akan ku ukir lirik-lirik bahagia....  

2 Desember 2011
dunia berotasi, berputar-putar pada porosnya...
biarkan dunia tetap berputar, asal kita berada pada satu titik yang sama,
tanpa jarak pemisah
kamu adalah cermin untukku
yang selalu menjadi gambaranku
dan aku adalah bayanganmu
mengikuti setiap langkahmu
jika aku terjatuh, kau akan membantuku berdiri
Saat kau terluka, aku yang akan mengobati lukamu...
itulah kita, yang inginnya abadi dan selamanya
meski sering ada perbedaan
namu perbedaan itu tak akan lama
karna kamu dan aku berada di satu titik, titik bahagia...






















dan mungkin hidupku seperti lirik bahagia itu hehehe.... :D

Senin, 05 September 2011

Hujan yang tak menyentuh bumi

Mendung menggelundung di atap Bumi
Menaungi titik-titik air yang tersublimasi
awan angkuh yang terus beriringan menyelesaikan arak-arakan
mengitari dunia yang kosong
bau angin yang terlalu khas telah menghujam aku
Menusuk Vena yang sedang asik menggeliat ditubuh ini
meringkis, tertetes bulir tak berdosa dipelupuk Angan
udara kesunyian menyingkap alur-alur kehidupan
Aku, hatiku terbawa Kelamnya hari yang semakin gelap
Lama Ku tunggui, namun tak Juga Jatuh menyentuh, membasahi
Dengki yang Kian aCuh berlari dari rinduku...
Bukan ditempat ku berpijak
Pergi menjauh membasahi bumi yang lain..
Saat Air menjatuhkan diri,
dihadapanku... didepanmu
Aku selalu Inginkan saat Itu...

[5 September 2009] miss the day... :')

HUJAN yang tak Menyentuh bumi

5 september 2011... jangankan berharap lo inget sama hari itu, hari ini malah lo bener2 hancuri hati gue... ya udahlah, gw harus bener2 lupain lo.... menjauh dari lo, lo cuma masa lalu gue... bego' bener gw mempertahanin lo sedangkan lo sendiri nggak perduli sama perasaan gw... buktinya lo biasa2 aja, lagian  mana mungkin lo perduli sama gue, gue cuma cewek cengeng yang manja.... bukan cewek strong kayak yang lo dambain selama ini.... hufth... gw harus belajar lupain Lo, walau bener2 susah....