Blog ini kAlo diIbarat telOr, gOlongan teloR orak-aRiklah...
Yang G jelas karuan Putih Mana kuning...
Tapi TEteup enak rasanya...
Seperti bLog inI..
BiAr G jelas bentuk n tampilannya,
yang penting banyak Ilmunya...

(^_^)V

Met berkunjung..... jangan Lupa Dikomen ya...
Makasih... semoga bermanFaat.... Bagi saya maupun anDa....

Rabu, 04 Mei 2011

Hama Penting Tanaman Kedelai


Etiella zinckenella

Klasifikasi
Klasifikasi dari Etiella zinckenella menurut Pracaya (2007) yaitu :
Kindom           : animalia
Phylum            : arthropoda
Class                : insecta
Ordo                : lepidoptera
Family             : pyralidae
Genus              : Etiella
Spesies            : Etiella zinckella


Morfologi
Morfologi dari ulat polong yaitu mempunyai panjang ngengat kurang lebih 12 mm. sayap mukanya pada bagian tepi berwarna putih seperti perak, atau kuning pucat. Kepala  ulat berwarna hitam. Warna ulat mula-mula hijau pucat, kemudian berubah menjadi merah muda. Bentuk ulat silindris dengan panjang kuang lebih 15 mm.


Gejala serangan
Gejala serangan dapat dilihat dengan  terdapatnya bercak hitam pada kuit polong, dan didalamnya terdapat ulat. Warna buah yang terserang berubah dari hijau menjadi gelap berkilau, sedangkan bijinya keropos.


Cara hidup
Telur diletakkan pada polong atau daun. Jmlahnya 7-15 butir. Setelah menetas ulat segera membuat lubang pada polong. Ulat kemudian memakan biji dan mengeluarkan kotorannya. Ulat yang telah dewasa berwarna merah. Setelah dewasa ulat meninggalkan polong an berkepompong di tanah.


Pengendalian
Tindakan yang perlu dilakukan dalam mengendalikan hama ulat polong ini yaitu :
a.    Tindakan pencegahan dilakukan penanaman serentak dan dalam aktu yang relative singkat selesai.
b.    Penggunaan insektisida pada saat setelah buah mulai terbentuk. dengan interval penyemprotan trgantung denga intensitas serangan


Lamprosema indicata
Klasifikasi
Klasifikasi dari Lamprosema indicate menurut Pracaya (2007) yaitu :
Kindom           : animalia
Phylum            : arthropoda
Class                : insect
Ordo                : lepidoptera
Family             : pyralidae
Genus              : Lamprosema
Spesies            : Lamprosema indicata
 
Morfologi
Morfologi sayap ngengat berwarna kuning keemasan dengan beberapa bercak yang melintang berwarna hitam. Bentangan sayapnya sekitar 4 cm. telurnya berukuran kecil dan diletakan dibawah daun. Warna ulat kehijauan dengan garis kuning sampai putih kream.


Cara hidup
Ngengat bertelur dibawah permukaan daun. Ulatnya makan dengan menguliti daun dari tepi sampai tulang utama sehingga daun menggulung. Ulat yang dewasa juga menghabiskan daun sampai tulang daun saja. Setelah cukup umur ulat berkepompong didalam gulungan daun. Lama perkembangan satu generasi kurang lebih 6 minggu

Gejala serangan
Pada daun terdapat lubang-lubang kecil, terdapat daun dalam keadaan menggulung yang didalamnya terdapat ulat yang terlindung oleh benang-benang sutera serta kotoran, kadang polong sering juga dipintal dengan daunnya.
Pengendalian
Pengendalian yang perlu dilakukan diantaranya adalah :
a.    Daun yang sudah menggulung dipotong dan dibakar
b.    Setelah daun yang menggulung dimusnahkan, tanaman disemprot dengan insektisida
c.    Diadakannya rotasi tanaman


selengkapnya di :

Hama Penting Tanaman Kedelai

Etiella zinckenella

Klasifikasi
Klasifikasi dari Etiella zinckenella menurut Pracaya (2007) yaitu :
Kindom           : animalia
Phylum            : arthropoda
Class                : insecta
Ordo                : lepidoptera
Family             : pyralidae
Genus              : Etiella
Spesies            : Etiella zinckella


Morfologi
Morfologi dari ulat polong yaitu mempunyai panjang ngengat kurang lebih 12 mm. sayap mukanya pada bagian tepi berwarna putih seperti perak, atau kuning pucat. Kepala  ulat berwarna hitam. Warna ulat mula-mula hijau pucat, kemudian berubah menjadi merah muda. Bentuk ulat silindris dengan panjang kuang lebih 15 mm.


Gejala serangan
Gejala serangan dapat dilihat dengan  terdapatnya bercak hitam pada kuit polong, dan didalamnya terdapat ulat. Warna buah yang terserang berubah dari hijau menjadi gelap berkilau, sedangkan bijinya keropos.


Cara hidup
Telur diletakkan pada polong atau daun. Jmlahnya 7-15 butir. Setelah menetas ulat segera membuat lubang pada polong. Ulat kemudian memakan biji dan mengeluarkan kotorannya. Ulat yang telah dewasa berwarna merah. Setelah dewasa ulat meninggalkan polong an berkepompong di tanah.


Pengendalian
Tindakan yang perlu dilakukan dalam mengendalikan hama ulat polong ini yaitu :
a.    Tindakan pencegahan dilakukan penanaman serentak dan dalam aktu yang relative singkat selesai.
b.    Penggunaan insektisida pada saat setelah buah mulai terbentuk. dengan interval penyemprotan trgantung denga intensitas serangan


Lamprosema indicata

Klasifikasi
Klasifikasi dari Lamprosema indicate menurut Pracaya (2007) yaitu :
Kindom           : animalia
Phylum            : arthropoda
Class                : insect
Ordo                : lepidoptera
Family             : pyralidae
Genus              : Lamprosema
Spesies            : Lamprosema indicata
 
Morfologi
Morfologi sayap ngengat berwarna kuning keemasan dengan beberapa bercak yang melintang berwarna hitam. Bentangan sayapnya sekitar 4 cm. telurnya berukuran kecil dan diletakan dibawah daun. Warna ulat kehijauan dengan garis kuning sampai putih kream.


Cara hidup
Ngengat bertelur dibawah permukaan daun. Ulatnya makan dengan menguliti daun dari tepi sampai tulang utama sehingga daun menggulung. Ulat yang dewasa juga menghabiskan daun sampai tulang daun saja. Setelah cukup umur ulat berkepompong didalam gulungan daun. Lama perkembangan satu generasi kurang lebih 6 minggu

Gejala serangan
Pada daun terdapat lubang-lubang kecil, terdapat daun dalam keadaan menggulung yang didalamnya terdapat ulat yang terlindung oleh benang-benang sutera serta kotoran, kadang polong sering juga dipintal dengan daunnya.
Pengendalian
Pengendalian yang perlu dilakukan diantaranya adalah :
a.    Daun yang sudah menggulung dipotong dan dibakar
b.    Setelah daun yang menggulung dimusnahkan, tanaman disemprot dengan insektisida
c.    Diadakannya rotasi tanaman




Hama Penting Tanaman Kedelai

Etiella zinckenella

Klasifikasi
Klasifikasi dari Etiella zinckenella menurut Pracaya (2007) yaitu :
Kindom           : animalia
Phylum            : arthropoda
Class                : insecta
Ordo                : lepidoptera
Family             : pyralidae
Genus              : Etiella
Spesies            : Etiella zinckella


Morfologi
Morfologi dari ulat polong yaitu mempunyai panjang ngengat kurang lebih 12 mm. sayap mukanya pada bagian tepi berwarna putih seperti perak, atau kuning pucat. Kepala  ulat berwarna hitam. Warna ulat mula-mula hijau pucat, kemudian berubah menjadi merah muda. Bentuk ulat silindris dengan panjang kuang lebih 15 mm.


Gejala serangan
Gejala serangan dapat dilihat dengan  terdapatnya bercak hitam pada kuit polong, dan didalamnya terdapat ulat. Warna buah yang terserang berubah dari hijau menjadi gelap berkilau, sedangkan bijinya keropos.


Cara hidup
Telur diletakkan pada polong atau daun. Jmlahnya 7-15 butir. Setelah menetas ulat segera membuat lubang pada polong. Ulat kemudian memakan biji dan mengeluarkan kotorannya. Ulat yang telah dewasa berwarna merah. Setelah dewasa ulat meninggalkan polong an berkepompong di tanah.


Pengendalian
Tindakan yang perlu dilakukan dalam mengendalikan hama ulat polong ini yaitu :
a.    Tindakan pencegahan dilakukan penanaman serentak dan dalam aktu yang relative singkat selesai.
b.    Penggunaan insektisida pada saat setelah buah mulai terbentuk. dengan interval penyemprotan trgantung denga intensitas serangan


Lamprosema indicata

Klasifikasi
Klasifikasi dari Lamprosema indicate menurut Pracaya (2007) yaitu :
Kindom           : animalia
Phylum            : arthropoda
Class                : insect
Ordo                : lepidoptera
Family             : pyralidae
Genus              : Lamprosema
Spesies            : Lamprosema indicata
 
Morfologi
Morfologi sayap ngengat berwarna kuning keemasan dengan beberapa bercak yang melintang berwarna hitam. Bentangan sayapnya sekitar 4 cm. telurnya berukuran kecil dan diletakan dibawah daun. Warna ulat kehijauan dengan garis kuning sampai putih kream.


Cara hidup
Ngengat bertelur dibawah permukaan daun. Ulatnya makan dengan menguliti daun dari tepi sampai tulang utama sehingga daun menggulung. Ulat yang dewasa juga menghabiskan daun sampai tulang daun saja. Setelah cukup umur ulat berkepompong didalam gulungan daun. Lama perkembangan satu generasi kurang lebih 6 minggu

Gejala serangan
Pada daun terdapat lubang-lubang kecil, terdapat daun dalam keadaan menggulung yang didalamnya terdapat ulat yang terlindung oleh benang-benang sutera serta kotoran, kadang polong sering juga dipintal dengan daunnya.
Pengendalian
Pengendalian yang perlu dilakukan diantaranya adalah :
a.    Daun yang sudah menggulung dipotong dan dibakar
b.    Setelah daun yang menggulung dimusnahkan, tanaman disemprot dengan insektisida
c.    Diadakannya rotasi tanaman




Hama Penting Tanaman Kedelai

Etiella zinckenella

Klasifikasi
Klasifikasi dari Etiella zinckenella menurut Pracaya (2007) yaitu :
Kindom           : animalia
Phylum            : arthropoda
Class                : insecta
Ordo                : lepidoptera
Family             : pyralidae
Genus              : Etiella
Spesies            : Etiella zinckella


Morfologi
Morfologi dari ulat polong yaitu mempunyai panjang ngengat kurang lebih 12 mm. sayap mukanya pada bagian tepi berwarna putih seperti perak, atau kuning pucat. Kepala  ulat berwarna hitam. Warna ulat mula-mula hijau pucat, kemudian berubah menjadi merah muda. Bentuk ulat silindris dengan panjang kuang lebih 15 mm.


Gejala serangan
Gejala serangan dapat dilihat dengan  terdapatnya bercak hitam pada kuit polong, dan didalamnya terdapat ulat. Warna buah yang terserang berubah dari hijau menjadi gelap berkilau, sedangkan bijinya keropos.


Cara hidup
Telur diletakkan pada polong atau daun. Jmlahnya 7-15 butir. Setelah menetas ulat segera membuat lubang pada polong. Ulat kemudian memakan biji dan mengeluarkan kotorannya. Ulat yang telah dewasa berwarna merah. Setelah dewasa ulat meninggalkan polong an berkepompong di tanah.


Pengendalian
Tindakan yang perlu dilakukan dalam mengendalikan hama ulat polong ini yaitu :
a.    Tindakan pencegahan dilakukan penanaman serentak dan dalam aktu yang relative singkat selesai.
b.    Penggunaan insektisida pada saat setelah buah mulai terbentuk. dengan interval penyemprotan trgantung denga intensitas serangan


Lamprosema indicata

Klasifikasi
Klasifikasi dari Lamprosema indicate menurut Pracaya (2007) yaitu :
Kindom           : animalia
Phylum            : arthropoda
Class                : insect
Ordo                : lepidoptera
Family             : pyralidae
Genus              : Lamprosema
Spesies            : Lamprosema indicata
 
Morfologi
Morfologi sayap ngengat berwarna kuning keemasan dengan beberapa bercak yang melintang berwarna hitam. Bentangan sayapnya sekitar 4 cm. telurnya berukuran kecil dan diletakan dibawah daun. Warna ulat kehijauan dengan garis kuning sampai putih kream.


Cara hidup
Ngengat bertelur dibawah permukaan daun. Ulatnya makan dengan menguliti daun dari tepi sampai tulang utama sehingga daun menggulung. Ulat yang dewasa juga menghabiskan daun sampai tulang daun saja. Setelah cukup umur ulat berkepompong didalam gulungan daun. Lama perkembangan satu generasi kurang lebih 6 minggu

Gejala serangan
Pada daun terdapat lubang-lubang kecil, terdapat daun dalam keadaan menggulung yang didalamnya terdapat ulat yang terlindung oleh benang-benang sutera serta kotoran, kadang polong sering juga dipintal dengan daunnya.
Pengendalian
Pengendalian yang perlu dilakukan diantaranya adalah :
a.    Daun yang sudah menggulung dipotong dan dibakar
b.    Setelah daun yang menggulung dimusnahkan, tanaman disemprot dengan insektisida
c.    Diadakannya rotasi tanaman




Selasa, 03 Mei 2011

Mendiagnosa VIRUS pada Tumbuhan



virus adalah  parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Dalam mendiagnosa penyakit yang diakibatkan oleh virus ini sangat sulit dilakukan mungkin dengan cara menamati gejala yang ada dan melakukan pengujian penularan.

1.) Inklusi
Pewarnaan properti: Ada dua noda digunakan dalam mencari inklusi virus. Salah satunya adalah Azure A (AA) yang RNA noda merah muda (kiri atas dan kanan) dan DNA biru.  Noda kedua adalah noda hijau oranye (-kiri bawah OG) yang noda protein. Beberapa inklusi, seperti inklusi silinder yang paling Potyviruses noda hanya di OG.  (Beberapa akan noda ringan di AA jika dipanaskan pada noda.) Lain seperti virus mosaik Ketimun di kanan atas akan noda dengan kedua noda. Tembakau inklusi mosaic virus seperti yang ada di bagian kiri bawah akan noda dengan kedua noda tapi itu hanya akan menodai di AA ketika itu dan Triton pengobatan dipanaskan akan menghancurkan inklusi. Pewarnaan diferensial ini dapat membantu dalam diagnosis.

Lokasi: inklusi Banyak ditemukan pada epidermis (kiri) tetapi yang lain hanya dapat ditemukan dalam jaringan vaskular seperti virus Tasya Jeruk di kanan atas.  (kanan bawah) yang ditemukan dalam nukleus.  Lokasi inklusi juga membantu untuk mempersempit jenis virus yang menginfeksi tanaman.

2.) Host Range Inoculations 2 suntikan.) Range Host
Untuk tanaman telah diinokulasi virus tanaman untuk tanaman yang berbeda.  Setiap virus tanaman yang dikenal memiliki daftar dan kebal tanaman rentan.   Dengan grinding contoh dari tanaman yang terinfeksi dalam buffer (kiri), Anda dapat secara manual menyuntik tanaman lain (kanan). Tanaman yang terinfeksi dapat dibandingkan dengan daftar tanaman rentan terhadap virus yang dicurigai. Jika kisaran inang virus yang tidak diketahui Anda sama seperti yang dilakukan oleh beberapa virus yang dikenal Anda memiliki petunjuk lain seperti apa virus mungkin Anda miliki.

3.) Electron Microscopy 3 Microscopy. Elektron)
Partikel virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop yang sangat kuat disebut mikroskop elektron (EM).  Getah tanaman yang mengandung partikel virus dapat disiapkan dan dimasukkan ke mikroskop elektron dan diperiksa untuk partikel virus. Ada beberapa bentuk dasar yang mengambil partikel virus. Dengan melihat partikel di EM Anda dapat mempersempit jenis virus yang Anda miliki.
 Empat bentuk yang berbeda akan ditampilkan di sebelah kiri. A Rhabdovirus will have a bullet-like shape (top left).  Sebuah Rhabdovirus akan memiliki bentuk seperti peluru (kiri atas).. Tobamoviruses seperti virus mosaik tembakau kaku memiliki batang atas (kanan) Potyviruses (kanan bawah) dan Clostrovirues memiliki batang flexuous. Many other viruses have a spherical shape (bottom left). Banyak virus memiliki bentuk bulat (kiri bawah).
Tanaman jaringan juga bisa diperbaiki, iris belah, dan dilihat di bawah EM. If you were to see something like that on the right you would know you had a Potyvirus ! Jika Anda melihat sesuatu seperti itu di sebelah kanan Anda akan tahu Anda memiliki Potyvirus!

4.) Serological Tests 4.) Tes serologis
Virus dapat dimurnikan dan dimurnikan virus disuntikkan ke mamalia seperti kelinci. Binatang diinokulasi akan membuat antibodi untuk melapisi protein viurs ini. hewan ini berdarah dan serum (antiserum) yang hasilnya dapat digunakan untuk mendeteksi virus tanaman. Sekarang hari, bagaimanapun, Antiserum lebih mungkin dilakukan dengan menggunakan teknik molekuler.
Pada antiserum kiri dimasukkan ke tengah baik. Dua sumur di kiri atas jauh mengandung virus identik dengan virus yang digunakan untuk membuat antiserum tersebut. Dua sumur di kanan atas adalah virus terkait. Dua sumur bawah adalah kontrol sehat. Di sebelah kanan adalah contoh dari tes yang disebut tes ELISA. Ada prosedur yang berbeda untuk jenis tes tetapi hasil akhir adalah sama. Sumur yang kuning positif untuk virus (mereka bereaksi dengan antiserum tersebut). Sumur lainnya baik kontrol yang sehat atau negatif bagi virus.

5.) RNA/DNA tests 5.) RNA / tes DNA
Tes juga bisa dilakukan yang akan mendeteksi asam nukleat virus.  Di sebelah kiri adalah contoh dari Potyvirus terdeteksi dalam sampel dengan PCR (polymerase chain reaction)  Di sebelah kanan adalah tes menggunakan probe DNA yang menempel pada sampel ketika virus hadir. orang-orang yang tidak bereaksi negatif.  Ada lagi jenis tes yang dapat mendeteksi bentuk terdampar ganda atau bentuk replikasi dari beberapa virus RNA. Menggunakan kontrol yang tepat, ukuran band pada gel bisa memberi tahu Anda apa jenis virus yang Anda miliki.

Mendiagnosa VIRUS pada Tumbuhan


virus adalah  parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Dalam mendiagnosa penyakit yang diakibatkan oleh virus ini sangat sulit dilakukan mungkin dengan cara menamati gejala yang ada dan melakukan pengujian penularan.


Cara Mendiagnosa Virus
keberadaan virus dapat diketahui dengan beberapa cara diantaranya : 

1.) Inklusi
Pewarnaan properti: Ada dua noda digunakan dalam mencari inklusi virus. Salah satunya adalah Azure A (AA) yang RNA noda merah muda (kiri atas dan kanan) dan DNA biru.  Noda kedua adalah noda hijau oranye (-kiri bawah OG) yang noda protein. Beberapa inklusi, seperti inklusi silinder yang paling Potyviruses noda hanya di OG.  (Beberapa akan noda ringan di AA jika dipanaskan pada noda.) Lain seperti virus mosaik Ketimun di kanan atas akan noda dengan kedua noda. Tembakau inklusi mosaic virus seperti yang ada di bagian kiri bawah akan noda dengan kedua noda tapi itu hanya akan menodai di AA ketika itu dan Triton pengobatan dipanaskan akan menghancurkan inklusi. Pewarnaan diferensial ini dapat membantu dalam diagnosis.

Lokasi: inklusi Banyak ditemukan pada epidermis (kiri) tetapi yang lain hanya dapat ditemukan dalam jaringan vaskular seperti virus Tasya Jeruk di kanan atas.  (kanan bawah) yang ditemukan dalam nukleus.  Lokasi inklusi juga membantu untuk mempersempit jenis virus yang menginfeksi tanaman.

2.) Host Range Inoculations
Untuk tanaman telah diinokulasi virus tanaman untuk tanaman yang berbeda.  Setiap virus tanaman yang dikenal memiliki daftar dan kebal tanaman rentan.   Dengan grinding contoh dari tanaman yang terinfeksi dalam buffer (kiri), Anda dapat secara manual menyuntik tanaman lain (kanan). Tanaman yang terinfeksi dapat dibandingkan dengan daftar tanaman rentan terhadap virus yang dicurigai. Jika kisaran inang virus yang tidak diketahui Anda sama seperti yang dilakukan oleh beberapa virus yang dikenal Anda memiliki petunjuk lain seperti apa virus mungkin Anda miliki.

3.) Electron Microscopy
Partikel virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop yang sangat kuat disebut mikroskop elektron (EM).  Getah tanaman yang mengandung partikel virus dapat disiapkan dan dimasukkan ke mikroskop elektron dan diperiksa untuk partikel virus. Ada beberapa bentuk dasar yang mengambil partikel virus. Dengan melihat partikel di EM Anda dapat mempersempit jenis virus yang Anda miliki.
 Empat bentuk yang berbeda akan ditampilkan di sebelah kiri. A Rhabdovirus will have a bullet-like shape (top left).  Sebuah Rhabdovirus akan memiliki bentuk seperti peluru (kiri atas).. Tobamoviruses seperti virus mosaik tembakau kaku memiliki batang atas (kanan) Potyviruses (kanan bawah) dan Clostrovirues memiliki batang flexuous. Many other viruses have a spherical shape (bottom left). Banyak virus memiliki bentuk bulat (kiri bawah).
Tanaman jaringan juga bisa diperbaiki, iris belah, dan dilihat di bawah EM. If you were to see something like that on the right you would know you had a Potyvirus ! Jika Anda melihat sesuatu seperti itu di sebelah kanan Anda akan tahu Anda memiliki Potyvirus!

4.) Serological Tests 
Virus dapat dimurnikan dan dimurnikan virus disuntikkan ke mamalia seperti kelinci. Binatang diinokulasi akan membuat antibodi untuk melapisi protein viurs ini. hewan ini berdarah dan serum (antiserum) yang hasilnya dapat digunakan untuk mendeteksi virus tanaman. Sekarang hari, bagaimanapun, Antiserum lebih mungkin dilakukan dengan menggunakan teknik molekuler.
Pada antiserum kiri dimasukkan ke tengah baik. Dua sumur di kiri atas jauh mengandung virus identik dengan virus yang digunakan untuk membuat antiserum tersebut. Dua sumur di kanan atas adalah virus terkait. Dua sumur bawah adalah kontrol sehat. Di sebelah kanan adalah contoh dari tes yang disebut tes ELISA. Ada prosedur yang berbeda untuk jenis tes tetapi hasil akhir adalah sama. Sumur yang kuning positif untuk virus (mereka bereaksi dengan antiserum tersebut). Sumur lainnya baik kontrol yang sehat atau negatif bagi virus.

5.) RNA/DNA tests 
Tes juga bisa dilakukan yang akan mendeteksi asam nukleat virus.  Di sebelah kiri adalah contoh dari Potyvirus terdeteksi dalam sampel dengan PCR (polymerase chain reaction)  Di sebelah kanan adalah tes menggunakan probe DNA yang menempel pada sampel ketika virus hadir. orang-orang yang tidak bereaksi negatif.  Ada lagi jenis tes yang dapat mendeteksi bentuk terdampar ganda atau bentuk replikasi dari beberapa virus RNA. Menggunakan kontrol yang tepat, ukuran band pada gel bisa memberi tahu Anda apa jenis virus yang Anda miliki.

Mendiagnosa penyakit Oleh Jamur

Definisi Jamur
Jamur dalam bahasa Indonesia sehari-hari mencakup beberapa hal yang agak berkaitan. Arti pertama adalah semua anggota kerajaan Fungi dan beberapa organisme yang pernah dianggap berkaitan, seperti jamur lendir dan "jamur belah" (Bacteria). Arti kedua berkaitan dengan sanitasi dan menjadi sinonim bagi kapang. Arti terakhir, yang akan dibahas dalam artikel ini, adalah tubuh buah yang lunak atau tebal dari sekelompok anggota Fungi (terutama Basidiomycetes) yang biasanya muncul dari permukaan tanah atau substrat tumbuhnya. Pengertian terakhir ini berkaitan dengan nilai ekonomi jamur sebagai bahan pangan, sumber racun, atau bahan pengobatan.

CIRI-CIRI UMUM JAMUR
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.
1. Struktur Tubuh
Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.




Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau
septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik.
Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat. 
 
2. Cara Makan dan Habitat Jamur
Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Clntuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit. 
 
a. Parasit obligat
merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya,
sedangkan di luar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya,
Pneumonia
carinii
(khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS). 

b. Parasit fakultatif
adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang
sesuai, tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang cocok. 
 
c. Saprofit
merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang
mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah
mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur
saprofit
mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk
mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga
mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung
menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang
dikeluarkan oleh inangnya. 
 
Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.
Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.

3. Pertumbuhan dan Reproduksi
Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi adapula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa.
Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis. 
 
4. Peranan Jamur
Peranan jamur dalam kehidupan ma
nusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut.
a. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan  berprotein tinggi.
b.
Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.
c.
Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti, dan bir.
d. Penicillium notatum berguna sebagai
penghasil antibiotik.
e. Higroporus dan Lycoperdon perlatum
berguna sebagai dekomposer.
Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut.
a. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai.
b.
Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang.
c. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh
organisme air.
d. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.
e. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia.

Cara mendiagnosa JAmur
 untuk mendiagnosa jamur penyebab penyakit tanaman dapat dilakukan dengan menggunakan postulat koch yaitu Jamur dapat di diagnosa dengan membiakannya pada media buatan yang bisa dibuat oleh peneliti sendiri, jamur yang dibiakan harus menunjukan gejala yang sama ketika telah di inokulasikan ke tanaman sehat.

Teknik biakan murni
Secara kebetulan seorang para Jerman melihat bahwa koloni yang tumbuh pada kentang yang telah direbus pada akhirnya dapat menemukan jalan untuk memisah menjadi individu-individu. Caranya; mereka mengembangkan media spesifik untuk menumbuhkan mikroorganisma. Media adalah substansi yang memenuhi kebutuhan nutrisi mikroorganisma. Koch dan koleganyanya juga menunjukkan bahwa senyawa dari alga yang disebut agar dapat membuat media menjadi padat. Richard J.Petri (1852 – 1921) membuat piringan kaca bertutup untuk menempatkan media agar alat tersebut selanjutnya disebut Petri dish yang masih digunakan sampai sekarang. Pada tahun 1892, dengan menggunakan teknik biakan murni Koch dan anggotanya menemukan agen-agen penyebab typus, dipteri, tetanus, pneumonia dan lain sebagainya. Koch mengenalkan penggunaan binatang model untuk penyakit manusia dengan cara menginjeksikan bakteri ke dalam menit, kelinci, babi atau domba. Ia bahkan menempelkan kamera pada mikroskopnya untuk mengambil gambar dan menggunakannya sebagai bukti untuk menghilangkan keraguan.

Postulat Koch
Pada tahun 1880, Koch memanfaatkan kemajuan metoda laboratorium dan menentukan kriteria yang diperlukan untuk membuktikan bahwa mikroba spesifik merupakan penyebab penyakit tertentu. Kriteria ini dikenal dengan postulat Koch yaitu:
1. Mikroorganisma tertentu selalu ditemukan berasosiasi dengan penyakit yang ditimbulkan.
2. Mikroorganisma dapat diisolasi dan ditumbuhkan sebagai biakan murni di laboratorium.
3. Biakan murni tersebut bila diinjeksikan pada binatang yang sesuai dapat menimbulkan penyakit.
4. Mikroorganisma tersebut dapat diisolasi kembali dari hewan yang telah terinfeksi tersebut.

Adanya kriteria tersebut menjadi jalan ditemukannya berbagai jamur penyebab berbagai penyakit.